TSS Removal pada WWTP (Wastewater Treatment Plant): TSS (Total Suspended Solids) adalah partikel padat yang terlarut dalam air dan tidak dapat mengalir melalui filter biasa. Dalam pengolahan air limbah, TSS merupakan salah satu parameter penting yang harus diukur dan dikendalikan. Keberadaan TSS dalam air limbah dapat menyebabkan berbagai masalah lingkungan dan kesehatan, seperti penyumbatan saluran air, penurunan kualitas air, dan gangguan pada ekosistem perairan. Oleh karena itu, dalam proses pengolahan air limbah di WWTP (Wastewater Treatment Plant atau Instalasi Pengolahan Air Limbah), TSS Removal menjadi salah satu tahap utama untuk memenuhi standar kualitas air yang aman bagi lingkungan.
Kami akan membahas tentang pentingnya TSS Removal dalam pengolahan air limbah dan berbagai metode yang digunakan dalam proses tersebut.

Pengertian TSS Removal dan Dampaknya pada Lingkungan
TSS mengacu pada total partikel padat yang tersuspensi dalam air, baik itu bahan organik maupun anorganik, yang tidak dapat disaring atau dipisahkan dengan metode pemisahan biasa. Partikel-partikel ini dapat berupa lumpur, pasir, sisa-sisa bahan kimia, mikroorganisme, dan bahan organik lainnya. TSS yang tinggi dalam air limbah dapat menimbulkan dampak negatif, di antaranya:
– Pengurangan Transparansi Air: TSS yang banyak akan mengurangi kejernihan air, yang dapat mengganggu kehidupan akuatik karena menghalangi penetrasi cahaya ke dalam air.
– Penghambatan Proses Biologis: Dalam pengolahan air limbah biologis, TSS yang tinggi dapat mengganggu aktivitas mikroorganisme yang memecah bahan organik, mengurangi efisiensi proses biologis.
– Potensi Pencemaran Tanah dan Air: Jika TSS tidak diolah dengan baik, dapat menyebabkan pencemaran tanah dan badan air, mengancam kehidupan akuatik dan kualitas air tanah.
– Penyumbatan Infrastruktur: Partikel-partikel padat dalam TSS dapat menyebabkan penyumbatan pada saluran dan peralatan pengolahan, yang berpotensi mengganggu kelancaran operasional WWTP.
Proses TSS Removal dalam WWTP
Untuk mengurangi TSS dalam air limbah, terdapat beberapa tahap dan teknologi yang umum digunakan dalam WWTP. Proses pengolahan ini dapat dibagi dalam beberapa kategori berdasarkan metode yang digunakan.
-
Koagulasi dan Flokulasi
Koagulasi dan flokulasi adalah proses kimiawi yang digunakan untuk menghilangkan TSS dengan cara mengikat partikel-partikel kecil dalam air limbah agar membentuk agregat yang lebih besar yang disebut flok. Tahapan ini dilakukan dengan menambahkan bahan kimia seperti alum (aluminium sulfat) atau besi klorida untuk merangsang penggumpalan partikel.
– Koagulasi: Penambahan bahan kimia koagulan yang mengubah partikel terlarut menjadi partikel yang lebih besar.
– Flokulasi: Pengadukan air limbah yang mengandung koagulan untuk memfasilitasi penggabungan partikel menjadi flok yang lebih besar.
Setelah proses ini, flok yang terbentuk dapat dipisahkan melalui proses sedimentasi atau filtrasi.
-
Sedimentasi
Sedimentasi adalah salah satu metode fisik yang paling sederhana untuk menghilangkan TSS. Dalam proses ini, air limbah yang telah melalui koagulasi dan flokulasi dibiarkan mengendap di dalam tangki sedimentasi. Partikel-partikel yang lebih berat akan mengendap ke dasar tangki, sementara air yang lebih jernih akan mengalir ke bagian atas untuk diproses lebih lanjut.
Tipe-tipe sedimentasi yang umum digunakan antara lain:
– Sedimentasi Primer: Digunakan untuk menghilangkan TSS yang lebih besar sebelum proses biologis dimulai.
– Sedimentasi Sekunder: Digunakan setelah proses biologis untuk menghilangkan biomassa yang telah terurai.
-
Filtrasi
Filtrasi adalah proses pemisahan partikel padat dalam air limbah dengan cara melewatkan air melalui media filter yang memiliki ukuran pori yang sangat kecil. Beberapa jenis media filter yang digunakan dalam WWTP antara lain:
– Filter Pasir: Digunakan untuk menghilangkan TSS dengan ukuran partikel yang lebih besar.
– Filter Membran (Membrane Filtration): Penggunaan membran ultrafiltrasi atau reverse osmosis untuk menyaring partikel yang lebih kecil hingga mikron.
Filtrasi sering digunakan setelah proses koagulasi-flokulasi atau sedimentasi untuk meningkatkan kualitas air yang dihasilkan.
-
Sistem Aerasi dan Pengolahan Biologis
Setelah proses penghilangan TSS awal, beberapa WWTP juga menerapkan aerasi dan proses biologis untuk menghilangkan bahan organik terlarut yang mungkin masih ada dalam air limbah. Sistem aerasi atau proses pengolahan biologis ini melibatkan mikroorganisme yang akan memecah sisa-sisa bahan organik.
Sementara itu, proses seperti laguna aerobik atau activated sludge digunakan untuk mengurangi BOD (Biochemical Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand), yang merupakan indikator penting dalam pengolahan air limbah, meskipun tidak secara langsung menghilangkan TSS.
Metode Lanjutan untuk TSS Removal
Selain metode TSS Removal, beberapa WWTP menggunakan teknologi lanjutan untuk pengolahan TSS, seperti:
– DAF (Dissolved Air Flotation): Metode ini menggunakan gelembung udara yang terlarut untuk mengangkat partikel TSS ke permukaan air, di mana partikel tersebut dapat dipisahkan dengan mudah.
Baca juga : Teknologi Dissolved Air Flotation
– Sistem Membran Filtrasi (Membrane Bioreactor, MBR): Merupakan kombinasi antara proses biologis dan filtrasi membran untuk menghasilkan air yang sangat jernih dengan TSS yang hampir nihil.
Pemilihan metode TSS Removal yang tepat akan bergantung pada karakteristik air limbah, tingkat pencemaran, dan kebutuhan operasional dari WWTP tersebut.
Anda juga dapat Baca: Sulfate Removal pada WWTP





