Rotifer Pada Proses WWTP: Rotifer adalah salah satu organisme mikroskopis yang sering ditemukan dalam proses pengolahan air limbah (WWTP atau Waste Water Treatment Plant). Mereka termasuk dalam kelompok zooplankton dan memainkan peran penting dalam ekosistem perairan, termasuk dalam proses pengolahan air limbah.

Berikut adalah beberapa per an utama rotifer dalam proses WWTP:
1. Pengendalian Mikroorganisme Penyebab Penyakit
Rotifer memangsa berbagai jenis mikroorganisme, termasuk bakteri dan alga. Dalam sistem pengolahan air limbah, rotifer dapat membantu mengurangi jumlah mikroorganisme patogen dengan memakan bakteri atau organisme lainnya yang ada dalam lumpur aktif atau dalam sistem filter biologi.
2. Pengendalian Populasi Alga
Beberapa jenis rotifer mengkonsumsi alga. Keberadaan alga dalam sistem pengolahan air limbah, khususnya dalam tangki pengendapan atau saluran aerasi, dapat menurunkan kualitas air. Rotifer berfungsi untuk mengendalikan jumlah alga ini dan dengan demikian meningkatkan efisiensi proses pengolahan.
3. Peran dalam Proses Reduksi BOD (Biochemical Oxygen Demand)
Dengan memangsa mikroorganisme yang ada dalam lumpur aktif, rotifer turut membantu mengurangi beban Biochemical Oxygen Demand (BOD) dalam air limbah. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas air setelah proses pengolahan.
4. Indikator Keseimbangan Ekologis dalam WWTP
Keberadaan rotifer dalam sistem pengolahan air limbah dapat menunjukkan keseimbangan ekologi dalam ekosistem mikroba yang ada di dalamnya. Populasi rotifer yang stabil menunjukkan bahwa proses pengolahan air limbah berjalan dengan baik, karena ini mengindikasikan keberhasilan dalam menjaga keberagaman spesies mikroba yang terlibat dalam dekomposisi bahan organik.
5. Peran dalam Pengolahan Lumpur
Rotifer juga berperan dalam pengolahan lumpur, karena mereka dapat membantu dalam proses penguraian partikel organik dalam lumpur aktif. Dengan memangsa bakteri atau detritus, rotifer membantu mempercepat pengolahan limbah organik yang ada.
6. Meningkatkan Kualitas Air
Sebagai bagian dari rantai makanan dalam ekosistem mikroba, rotifer membantu menjaga keseimbangan ekologi di dalam sistem pengolahan air limbah. Dengan memakan organisme yang lebih kecil atau berkembang biak secara cepat, mereka membantu mencegah dominasi satu jenis organisme, yang dapat mempengaruhi kualitas air secara keseluruhan.
Tantangan dalam Menggunakan Rotifer di WWTP
Meskipun rotifer dapat memberikan manfaat dalam proses pengolahan air limbah, ada beberapa tantangan dalam penerapannya, antara lain:
- Kebutuhan Kondisi Lingkungan Khusus: Rotifer memerlukan kondisi lingkungan yang cukup stabil dan khusus, seperti suhu dan pH yang cocok, untuk berkembang biak dengan baik.
- Pengelolaan Populasi: Pengelolaan populasi rotifer yang tepat dalam sistem pengolahan air limbah perlu dilakukan agar mereka tetap efektif dalam menjalankan fungsi ekologi tanpa mengganggu proses pengolahan utama.
Baca juga: Jenis Nutrisi Untuk Bakteri Aerob WWTP
Anda juga dapat Baca: Jenis Nutrisi Untuk Bakteri Anaerob WWTP
Sebagai kesimpulan, rotifer memiliki peran dalam proses pengolahan limbah pada WWTP (Wastewater Treatment Plant). Meskipun ukurannya kecil, mereka berfungsi secara efektif dalam mengontrol populasi mikroorganisme lain, membantu mempercepat proses dekomposisi dan memperbaiki kualitas air yang diolah. Oleh karena itu, pemahaman tentang peran rotifer dalam sistem pengolahan limbah dapat membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasional WWTP. Ke depan, penelitian lebih lanjut mengenai penggunaan rotifer dalam sistem pengolahan air limbah dapat menjadi kunci untuk pengembangan teknologi yang lebih ramah lingkungan dan efektif.





