Perbedaan Primary Clarifier vs Secondary Clarifier: Fungsi, Cara Kerja, dan Aplikasi di IPAL
Dalam sistem IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), unit clarifier memegang peran penting untuk memisahkan padatan dari air limbah melalui proses pengendapan (sedimentasi). Namun masih banyak yang bingung, apa sebenarnya perbedaan Primary Clarifier vs Secondary Clarifier?
Walaupun sama-sama disebut βclarifierβ, keduanya memiliki fungsi, posisi, karakter lumpur, dan tujuan pengolahan yang berbeda. Memahami perbedaannya akan membantu Anda menentukan desain IPAL yang lebih efektif, efisien, dan sesuai baku mutu.
Apa Itu Primary Clarifier?
Primary clarifier adalah unit pengendapan yang biasanya ditempatkan pada tahap awal pengolahan, tepat setelah proses pretreatment seperti:
- bar screen / coarse screen
- grit chamber (pengendap pasir)
- equalization tank (opsional)
Tujuan utama primary clarifier adalah mengurangi TSS (Total Suspended Solid) dan sebagian BOD/COD sebelum air masuk ke proses biologis.
Fungsi Utama Primary Clarifier
Primary clarifier berfungsi untuk:
β
Mengendapkan padatan kasar dan padatan tersuspensi berat
β
Mengurangi beban organik ke proses biologis (aerob/anaerob)
β
Menghasilkan primary sludge yang biasanya lebih βkasarβ dan mudah dipompa
β
Menstabilkan performa unit aerasi atau reaktor biologis
Apa Itu Secondary Clarifier?
Secondary clarifier adalah unit pengendapan setelah proses biologis (biasanya setelah aerasi/reaktor biologis), misalnya:
- Activated Sludge Process
- SBR
- MBBR (dengan klarifikasi akhir)
- Oxidation ditch
Secondary clarifier bertugas memisahkan biomassa (flok lumpur aktif) dari air olahan sebelum dibuang atau masuk tahap lanjutan.
Fungsi Utama Secondary Clarifier
Secondary clarifier berfungsi untuk:
β
Mengendapkan flok mikroorganisme (lumpur aktif)
β
Menghasilkan effluent yang lebih jernih dan stabil
β
Mengatur return activated sludge (RAS) dan waste activated sludge (WAS)
β
Menjaga kualitas air buangan agar memenuhi baku mutu
Perbedaan Primary Clarifier vs Secondary Clarifier (Tabel Lengkap)
Berikut tabel perbedaan yang paling mudah dipahami:
| Aspek Perbandingan | Primary Clarifier | Secondary Clarifier |
|---|---|---|
| Posisi di IPAL | Tahap awal (sebelum biologis) | Tahap akhir (setelah biologis) |
| Fungsi utama | Mengurangi TSS dan beban organik awal | Memisahkan biomassa/lumpur aktif dari air |
| Jenis padatan | Padatan tersuspensi berat & kasar | Flok mikroorganisme halus |
| Jenis lumpur | Primary sludge | Activated sludge (WAS/RAS) |
| Target pengurangan | TSS tinggi + sebagian BOD/COD | TSS halus (carryover lumpur) |
| Dampak ke proses berikutnya | Meringankan beban aerasi/reaktor | Menstabilkan effluent sebelum dibuang |
| Risiko utama | Endapan menumpuk jika tidak dikuras | Sludge bulking, rising sludge, carryover |
| Sistem recycle | Umumnya tidak ada recycle | Ada RAS dan WAS |
| Kualitas effluent | Lebih baik dari influent, tapi belum βbersihβ | Lebih jernih dan siap memenuhi baku mutu |

Prinsip Kerja Primary Clarifier
Cara kerja primary clarifier umumnya seperti ini:
- Air limbah masuk ke inlet zone
- Aliran diperlambat agar padatan berat mengendap
- Scraper mengumpulkan endapan ke sludge hopper
- Lemak/minyak mengapung dikumpulkan oleh scum skimmer
- Air jernih keluar melalui launder/outlet zone
- Lumpurnya dipompa menuju unit sludge handling
π Primary clarifier fokus pada padatan fisik yang mudah mengendap.
Prinsip Kerja Secondary Clarifier (Setelah Proses Biologis)
Secondary clarifier bekerja setelah air melewati reaktor biologis, sehingga kandungan utamanya adalah:
- air olahan + flok lumpur aktif
- mikroorganisme yang sudah βmemakanβ polutan organik
Tahap kerjanya:
- Mixed liquor dari aerasi masuk ke clarifier
- Flok mikroorganisme mengendap membentuk sludge blanket
- Air jernih keluar sebagai effluent
- Sebagian lumpur dikembalikan ke aerasi sebagai RAS
- Sebagian lumpur dibuang sebagai WAS agar MLSS stabil
π Secondary clarifier fokus pada pemisahan biomassa agar effluent tidak keruh.
Mana yang Lebih Penting, Primary atau Secondary Clarifier?
Jawabannya: keduanya penting, tapi untuk tujuan yang berbeda.
Primary Clarifier penting jika:
- influent TSS tinggi
- banyak padatan kasar
- beban organik fluktuatif
- ingin mengurangi konsumsi listrik aerasi (karena beban organik turun)
Secondary Clarifier wajib jika:
- menggunakan sistem lumpur aktif (Activated Sludge)
- membutuhkan effluent jernih dan stabil
- perlu kontrol RAS/WAS untuk menjaga performa biologi
Pada banyak IPAL modern, secondary clarifier adalah unit yang tidak bisa ditinggalkan, terutama untuk target baku mutu yang ketat.
Contoh Aplikasi di Lapangan
Berikut contoh penggunaan clarifier di berbagai industri:
1) IPAL Domestik (Hotel, Apartemen, Perumahan)
- Primary clarifier: opsional (tergantung desain)
- Secondary clarifier: sering digunakan pada sistem activated sludge/SBR
2) IPAL Rumah Sakit
- Primary clarifier: membantu menurunkan TSS awal
- Secondary clarifier: penting untuk effluent jernih sebelum disinfeksi
3) IPAL Industri Makanan & Minuman
- Primary clarifier: sangat berguna karena TSS tinggi
- Secondary clarifier: penting untuk menjaga kualitas buangan
4) IPAL Industri Tekstil
- Primary clarifier: membantu mengurangi beban padatan & warna (jika ada koagulasi)
- Secondary clarifier: penting setelah proses biologis
Masalah Umum pada Primary vs Secondary Clarifier
Masalah yang sering terjadi di Primary Clarifier
β Endapan menumpuk β volume efektif turun
β Scum tidak terangkat β bau dan gangguan outlet
β Aliran terlalu cepat β TSS tidak turun optimal
Solusi umum:
- optimasi waktu tinggal (HRT)
- perbaiki inlet baffle
- jadwalkan pengurasan lumpur
Masalah yang sering terjadi di Secondary Clarifier
β Sludge bulking β lumpur sulit mengendap
β Sludge rising (lumpur naik) akibat gas
β Effluent keruh karena carryover lumpur
β RAS tidak stabil β aerasi jadi tidak seimbang
Solusi umum:
- kontrol MLSS dan F/M ratio
- optimasi RAS/WAS
- cek DO, nutrisi, dan kondisi mikroorganisme
Tips Memilih Desain Clarifier yang Tepat untuk IPAL
Jika Anda sedang merancang atau upgrade IPAL, pertimbangkan:
- kapasitas flow (mΒ³/hari)
- karakter influent (TSS, BOD, COD, minyak)
- target baku mutu effluent
- ketersediaan lahan (bundar vs persegi)
- kemudahan maintenance scraper dan pompa lumpur
- kebutuhan kontrol otomatis (panel, sensor level, timer)
Desain clarifier yang tepat bisa meningkatkan efisiensi IPAL dan mengurangi biaya operasional.
Kesimpulan: Primary Clarifier vs Secondary Clarifier Itu Berbeda Fungsi
Singkatnya:
- Primary clarifier = pengendapan awal untuk mengurangi TSS dan beban organik sebelum proses biologis
- Secondary clarifier = pengendapan akhir untuk memisahkan lumpur aktif setelah proses biologis agar effluent jernih
Jika Anda ingin hasil IPAL lebih stabil, tidak mudah keruh, dan aman memenuhi baku mutu, maka desain clarifier harus disesuaikan dengan proses dan karakter limbahnya.
Jika Anda sedang membutuhkan desain IPAL, perhitungan kapasitas clarifier, atau pengadaan unit seperti:
β
Primary clarifier (circular / rectangular)
β
Secondary clarifier lengkap dengan scraper & launder
β
Pompa lumpur, panel kontrol, dan sistem RAS/WAS
β
Upgrade clarifier agar effluent tidak keruh
π© Silakan hubungi kami sekarang untuk konsultasi GRATIS, rekomendasi teknologi, dan penawaran terbaik sesuai kebutuhan proyek Anda.
Kami siap membantu mulai dari survey, desain, supply, hingga instalasi & commissioning agar IPAL Anda bekerja optimal.
Artikel terkait:
Β Apa Itu Lamella Tube Settler Clarifier? Fungsi, Proses, dan Manfaatnya
Β Perbedaan Turbidity vs Suspended Solids
Β Apa Itu Clarifier System? Fungsi, Prinsip Kerja, dan Aplikasinya
Β Parameter Operasional SBR: DO, MLSS, HRT, dan SRT
Β Waktu Retensi Hidrolik (HRT) pada Sistem MBBR
Β Apa itu Waktu Retensi Hidraulik (HRT) dalam WWTP?
Β Rasio MLSS dan MLVSS dalam Pengolahan Air Limbah
Β Faktor Penting dalam Kinerja Proses Activated Sludge
Β Apa yang Dimaksud dengan BOD atau BODβ
Β Sludge Retention Time pada Proses Activated Sludge
π TSS Removal pada WWTP
π Penyebab TSS Tinggi pada WWTP
π Lamella Tube Settler Membantu Efisiensi Pengendapan TSS




