Surowater

Industries

Industries Sector

Industri Bir

Click Here

Industri Frozen Food

Click Here

Industri Gula

Click Here

Industri Pengolahan Ikan

Click Here

Industri Perasa dan Aroma

Click Here

Industri Keju

Click Here

Industri Susu

Click Here

Industri PET Recycle

Click Here

Industri Tekstil

Click Here

Industri Sawit

Click Here

Industri Farmasi

Click Here

Industri Kimia

Click Here

Industri Otomotif

Click Here

Kawasan Industri

Click Here

Limbah Domestik

Click Here

Industri Lainnya

Click Here

Instalasi Pengolahan Air Limbah Industri

Instalasi Pengolahan Air Limbah Industri (IPAL Industri) dirancang untuk mengolah air limbah yang dihasilkan dari proses industri melalui perencanaan dan konsep dalam pembangunan sistem, sebelum dibuang ke lingkungan atau digunakan kembali. Pengolahan ini penting untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan memenuhi peraturan lingkungan yang berlaku.

Beberapa langkah penting dalam perencanaan pembangunan sistem pengolahan air limbah:

Karakteristik

Prakiraan Kebutuhan dan Karakteristik Limbah

Sebelum merancang IPAL, penting untuk mengetahui jenis dan karakteristik air limbah industri yang dihasilkan. Karakteristik yang perlu dipertimbangkan antara lain:

  • BOD (Biochemical Oxygen Demand): jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengurai bahan organik dalam air.
  • COD (Chemical Oxygen Demand): oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi bahan kimia dalam air.
  • TSS (Total Suspended Solids): padatan yang terlarut dalam air.
  • pH: tingkat keasaman atau kebasaan air.
    Logam berat, minyak, dan bahan kimia berbahaya lainnya.
Karakteristik

Proses

Proses Pengolahan

Pengolahan air limbah industri dilakukan melalui beberapa tahap, tergantung pada jenis limbah dan kebutuhan pengolahan.

  • Pre-treatment (Pengolahan Awal):
    • Screening: Menghilangkan benda-benda kasar seperti plastik, kayu, dan sampah lainnya.
    • Sedimentasi awal: Mengendapkan padatan yang lebih besar melalui gravitasi.
  • Primary Treatment (Pengolahan Primer):
    • Koagulasi dan flokulasi: Proses penambahan bahan kimia untuk menggumpalkan bahan terlarut dalam air, yang kemudian dapat dipisahkan.
    • Sedimentasi: Mengendapkan padatan yang lebih halus setelah flokulasi.
  • Secondary Treatment (Pengolahan Sekunder):
    • Proses biologis: Menggunakan mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik dalam air. Ini bisa dilakukan dengan sistem aerasi terbuka atau sistem reaktor biologis seperti activated sludge process (ASP).
  • Tertiary Treatment (Pengolahan Tersier):
    • Filtrasi: Menghilangkan partikel kecil yang tersisa setelah pengolahan sekunder.
    • Desinfeksi: Biasanya menggunakan klorin atau UV untuk membunuh mikroorganisme patogen.
    • Penghilangan logam berat: Proses untuk menghilangkan logam berbahaya seperti merkuri, kromium, atau arsenik.
Proses

Recycle & Reuse

Pemulihan dan Penggunaan Kembali

Setelah melalui tahap pengolahan, air limbah yang sudah bersih dapat digunakan kembali dalam proses industri atau dibuang ke badan air jika memenuhi standar kualitas lingkungan. Beberapa teknologi juga memungkinkan pemulihan bahan berharga yang terkandung dalam air limbah, seperti logam berat atau air murni.

Recycle & Reuse

Sludge Treatment

Pembuangan dan Pengelolaan Lumpur

Lumpur yang dihasilkan dari proses pengolahan harus dikelola dengan baik. Lumpur ini bisa melalui pengolahan lanjutan seperti:

  • Pengeringan: Mengurangi kadar air dalam lumpur.
  • Pembakaran atau pemusnahan: Untuk mengurangi volume lumpur dan menghilangkan bahan berbahaya.
  • Pemanfaatan: Misalnya sebagai pupuk kompos jika kandungan bahan organiknya tinggi.
Sludge Treatment

Maintenance

Pengawasan dan Pemeliharaan

IPAL harus dilengkapi dengan sistem pengawasan yang baik untuk memastikan proses pengolahan berjalan dengan efisien dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pemeliharaan secara rutin juga diperlukan untuk menjaga kelancaran sistem, baik pada peralatan mekanik, biologis, maupun proses kimia.

Maintenance

Regulasi

Peraturan dan Standar

Setiap negara atau daerah memiliki peraturan lingkungan terkait kualitas air limbah industri. Di Indonesia, misalnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengeluarkan peraturan terkait baku mutu air limbah yang harus dipatuhi oleh industri.

 

Regulasi

Jenis Teknologi Pengolahan yang Digunakan

Beberapa teknologi yang sering digunakan dalam pengolahan air limbah industri meliputi:

  • Sistem Biologis: Seperti reaktor lumpur aktif (Activated Sludge Process).
  • Sistem Membrane: Menggunakan teknologi seperti ultrafiltrasi (UF) dan reverse osmosis (RO) untuk memisahkan partikel dan kontaminan.
  • Sistem Kimia: Seperti pengendapan, koagulasi-flokulasi, dan elektrokimia.